Korkom PLNEPI

23 Apr 2026

3

9

Momentum Hari Kartini PLN EPI Dorong Keberanian Bersuara Untuk Ciptakan Ruang Aman di Tempat Kerja

Press Release Nomor. 027.PR/STH.06.01/PLNEPI0102/IV/2026

Jakarta, 23 April 2026 -  PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam membangun lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan berintegritas dalam momentum Hari Kartini 2026. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Inspiring Srikandi bertajuk Srikandi Speak Up : Bicara Bukan Berarti Mengadu, Diam Bukan Berarti Setuju yang diselenggarakan pada Selasa (21/4) di Jakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kesadaran kolektif seluruh insan perusahaan terhadap pentingnya keberanian bersuara untuk menciptakan lingkungan kerja bebas dari diskriminasi dan kekerasan seksual di lingkungan kerja.

Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN EPI, Dedeng Hidayat, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan budaya organisasi.

"Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari organisasi, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan dalam membangun budaya kerja yang aman, inklusif, dan berkeadilan. Keberanian untuk menyuarakan kebenaran merupakan bagian dari integritas yang harus kita jaga bersama," ujar Dedeng.

Ia menambahkan, perusahaan terus mendorong penguatan respectful workplace dengan memastikan setiap individu memiliki ruang yang aman untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal.

Wakil Ketua Srikandi PLN EPI, Fanina Andini mengingatkan bahwa meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender menunjukkan pentingnya membangun sistem, kebijakan, dan budaya yang tidak mentoleransi kekerasan, serta mendorong seluruh karyawan untuk berani speak up, menjadi bagian dari solusi, dan saling menjaga dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berkeadilan.

"Bicara bukan berarti mengadu, tetapi bentuk kepedulian dan keberanian untuk memperbaiki. Sebaliknya, diam bukan berarti setuju, justru bisa memberi ruang bagi ketidakadilan untuk terus terjadi," ujar Fanina. 

Ia menyampaikan, meskipun komposisi perempuan di PLN EPI sekitar 30%, peran mereka tetap strategis dalam memastikan terciptanya kesempatan yang setara, ruang yang aman, serta perlakuan yang adil bagi seluruh insan perusahaan.

Dalam forum tersebut, Kompol Sri Yatmini, Wakasatres PPA & PPO Polres Metro Jakarta Timur, menyoroti masih banyaknya kasus kekerasan yang tidak terungkap, termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Banyak korban kekerasan tidak melapor karena ketergantungan ekonomi, stigma, hingga ancaman dari pelaku. Padahal, negara sudah menyediakan mekanisme perlindungan. Yang dibutuhkan adalah keberanian dan dukungan lingkungan," ujar Sri. 

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem pencegahan, pelaporan, dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kerja sebagai bagian dari perlindungan hak dan martabat pekerja.

Sementara itu, psikolog sekaligus Founder Klinik Psikologi Ruang Tumbuh, Irma Gustiana A, menekankan  bahwa perempuan, khususnya ibu, memiliki peran kunci sebagai garda terdepan dalam pencegahan kekerasan seksual melalui pola asuh positif dan komunikasi terbuka sejak dini. 

"Edukasi mengenai batasan tubuh merupakan bentuk perlindungan dasar agar anak mampu mengenali, menolak, dan berani melaporkan tindakan yang tidak aman" ujar Irma

Selain itu, Ia menegaskan pentingnya peran lingkungan, termasuk keluarga dan tempat kerja, sebagai ruang aman yang mendukung korban melalui empati, pendampingan, dan pemulihan psikologis, sehingga tercipta sistem perlindungan yang kuat dan berkelanjutan.

PLN EPI telah mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis sebagai bagian dari komitmen ESG, melalui pengarusutamaan gender dan penerapan Respectful Workplace Policy (RWP) yang mencakup pencegahan, pelaporan, penanganan, hingga pemulihan korban pelecehan seksual. Kebijakan ini didukung mekanisme pelaporan yang aman melalui Whistle Blowing System (WBS), perlindungan bagi pelapor dan korban, serta edukasi dan penegakan disiplin untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Melalui momentum Hari Kartini, PLN EPI menegaskan bahwa peran perempuan menjadi bagian penting dalam memperkuat budaya organisasi yang berintegritas, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan membangun keberanian untuk bersuara, PLN EPI menegaskan bahwa tempat kerja yang aman dimulai dari budaya saling menghargai dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan.

Narahubung PLN EPI

Mamit Setiawan

Sekretaris Perusahaan

PT PLN Energi Primer Indonesia

Telp: 021-21684025

Sekilas Tentang PLN EPI

PT PLN Energi Primer Indonesia merupakan Subholding dari PLN yang didirikan untuk memastikan ketersediaan pasokan energi primer melalui konsolidasi proses pengadaan dan logistik, pencarian sumber energi primer, serta pengembangan ekosistem yang tangguh dan rantai pasok yang kuat. PLN EPI memiliki visi menjadi perusahaan global dalam solusi energi primer terintegrasi.

Bagikan berita