Korkom PLNEPI
05 Dec 2025
269
944
Potensi Bioenergi RI Capai 83 4 Juta Ton per Tahun PLN EPI Maksimalkan untuk Ketahanan Energi
Press Release No. 107.PR/STH.06.01/PLN0102/XII/2025
Jakarta, 5 December 2025 - Indonesia memiliki potensi biomassa untuk bioenergi mencapai 83,4 juta ton per tahun, namun realisasi pemanfaatannya baru sekitar 22 juta ton. Kesenjangan ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan emisi sektor ketenagalistrikan. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) kini mempercepat pemanfaatan bioenergi sebagai salah satu pilar transisi energi perusahaan.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir dalam sesi Asean Energy Transition & Decarbonization pada Biogas, Biomasss & Bioenergy Asia Summit 2025 Indonesia Focus pada Rabu (4/12), menjelaskan bahwa tren pemanfaatan bioenergi berkembang pesat secara global, terutama di Finlandia, Swedia, dan Austria yang sudah menjadikan bioenergi sebagai sumber utama energi terbarukan. Di sisi lain, sementara pemanfaatan di Indonesia masih berada di kisaran 5 persen dari total potensi nasional.
"Ini adalah peluang besar bagi Indonesia. Potensinya ada, tetapi ekosistem supply chain biomassa harus dibangun lebih kuat agar bisa mendukung pembangkit listrik secara berkelanjutan," ujar Hokkop.
Pemetaan bersama pemerintah menunjukkan bahwa potensi biomassa tersebar di seluruh Indonesia dengan kontribusi terbesar dari wilayah Sumatra. Sumber biomassa dominan berasal dari limbah industri kelapa sawit, kayu, serta pertanian, yang sebagian besar masih belum terserap optimal.
Bioenergi menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi PLN sejalan dengan target Net Zero Emissions 2060. Pemerintah melalui enhanced NDC menargetkan pemanfaatan 9 juta ton biomassa pada 2030 untuk mendukung program cofiring, yaitu substitusi sebagian batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap.
PLN EPI mencatat bahwa hingga 30 November 2025 pemanfaatan cofiring telah diterapkan di 49 PLTU, dengan penyediaan biomassa mencapai 2,2 juta ton dan pengurangan emisi sebesar 2,53 juta ton CO2e. Jenis biomassa yang lolos uji kualitas meningkat menjadi 14 jenis, termasuk limbah sawit, limbah pertanian, dan sampah kota terolah (SRF). Adapun target pemanfaatan biomassa tahun 2025 berada di angka 3 juta ton.
Hokkop menambahkan bahwa PLN EPI memulai program dedieselisasi dan produksi biogas/Bio-CNG dari limbah cair sawit (POME) sebagai alternatif bahan bakar untuk pembangkit gas dan mesin diesel. Inisiatif ini diharapkan mampu menekan biaya operasional, khususnya di wilayah terpencil yang selama ini bergantung pada BBM impor.
"Tantangan kita adalah memastikan pasokan biomassa berkelanjutan. Karena itu, kami melibatkan koperasi, BUMDes, dan sektor swasta dalam pengembangan hub produksi biomassa," kata Hokkop.
PLN EPI mencatat bahwa hingga 30 November 2025 pemanfaatan cofiring telah diterapkan di 49 PLTU, dengan penyediaan biomassa mencapai 2,2 juta ton dan pengurangan emisi sebesar 2,53 juta ton CO2e Jenis biomassa yang lolos uji kualitas meningkat menjadi 14 jenis, termasuk limbah sawit, limbah pertanian, dan sampah kota terolah (SRF). Adapun target pemanfaatan biomassa tahun 2025 berada di angka 3 juta ton.
Hokkop menambahkan bahwa PLN EPI memulai program dedieselisasi dan produksi biogas/Bio-CNG dari limbah cair sawit (POME) sebagai alternatif bahan bakar untuk pembangkit gas dan mesin diesel. Inisiatif ini diharapkan mampu menekan biaya operasional, khususnya di wilayah terpencil yang selama ini bergantung pada BBM impor.
"Dengan kolaborasi dan investasi yang tepat, bioenergi bisa menjadi tulang punggung ketahanan energi Indonesia,"tegasnya.
Dalam panel Role of Bioenergy in Energy Transition & Industrial Decarbonization, hadir sejumlah pemimpin industri bioenergi regional seperti Dr. Ichsan Maulana (Chairman Indonesian Biomass Energy Cooperative), Arif Budiono (MP Evans Group plc), Luwy Leunufna (Tunas Sawa Erma Group), Seung Kon Lee (CM Biomass Korea), Dato' Leong Kin Mun (President Malaysia Biomass Industries Confederation), Santeri Rantala (SOLCOFIN Group) dan dimoderatori oleh Anna Rellama (Principal, Arthur D. Little).
Narahubung
Mamit Setiawan
Sekretaris Perusahaan
PT PLN Energi Primer Indonesia
Telp: 021-21684025
Sekilas Tentang PLN EPI
PT PLN Energi Primer Indonesia merupakan Subholding dari PLN yang didirikan untuk memastikan ketersediaan pasokan energi primer melalui konsolidasi proses pengadaan dan logistik, pencarian sumber energi primer, serta pengembangan ekosistem yang tangguh dan rantai pasok yang kuat. PLN EPI memiliki visi menjadi perusahaan global dalam solusi energi primer terintegrasi.
Bagikan berita
Berita Terbaru
Perkuat Pasokan Gas Dalam Negeri PLN EPI Mulai Pembangunan Pipa Gas Ruas Natuna Pemping
PLN EPI Sepakati Perjanjian Penyambungan Pipa Dengan Operator West Natuna Group Pastikan Konstruksi Proyek Pipa WNTS Pemping Dapat Segera Dimulai
Sambut Nataru PLN EPI Dorong Pemberdayaan UMKM Pesisir Lewat Penataan Kios di Kawasan Wisata Pantai Viral Bagek Kembar